Heran sama orang yang sering mengeluh pendapatan kurang, tapi ga berusaha banyak untuk mencari pemasukan tambahan. Kalau merasa gaji anda kurang, ya usaha dong. Mulailah bisnis untuk membuka keran dana kedua.

Kadang, alasan yang sering dikeluarkan, seperti ga tau mau bisnis apa, ga punya keterampilan untuk buka usaha tertentu, sibuk sama pekerjaan utama, pekerjaan utama menyita waktu jadi sudah capek utk usaha, dll. Semuanya sebenernya tergantung kita lah yaaa... Karena ada juga orang lain yang punya pekerjaan utama, tapi tetep bisa menjalankan usaha sampingannya. Kalau sudah punya pekerjaan tetap, pintar2 lah mencari usaha apa yang bisa dijalankan secara part time, atau meng-hire orang lain untuk bisnis kita. Yang pasti, kudu ada usaha dan niat. Niat dengan cari-cari tau usaha apa yang mungkin, banyak belajar untuk nambah pengetahuan dan keahlian di bidang tertentu, dan usaha dengan mulai menjalankannya, usaha dengan benar2 menyisihkan waktu buat usahanya.

Pintar mengatur waktu, itu kuncinya. Ada waktu untuk pekerjaan utama, ada waktu untuk keluarga, dan sisihkan waktu khusus untuk bisnisnya. Tentu saja proporsi waktu untuk masing2 kegiatan ini terserah masing-masing. Yang jelas, akan membedakan hasil yang didapat nanti. Kalau waktu untuk bisnis hanya sedikit, maka kentungannya jg lebih sedikit. Kalau waktu untuk bisnis lebih banyak, keuntungan juga harusnya jadi lebih banyak, namun waktu utk keluarga jadi lebih sedikit. Dan ini adalah RESIKO. Intinya kitaharus memilih prioritas kita masing2.

Intinya juga, pilihan ada di kita.
Kalo kita niat mau nambah pendapatan, pasti ada jalannya kok. Tapi dicari ya.
Tapiiii kalo kita pilih untuk santai santai... Ya ga boleh ngeluh ini itu kurang dong ya...
Malu atuuuuuh... Ngeluh tapi ga ada usahanya :)
Pernah denger kalimat 'Jangan menilai buku dari sampulnya'? Iya, setuju sama kalimat ini. Kadang kita ga tau isi dari buku tadi. Bisa jadi sampulnya lusuh dan kotor, ternyata isinya banyak ilmu yang berharga. Atau sampulnya polos ga ada tulisan apapun, atau justru sampulnya penuh warna... Kita harus buka dulu dan lihat apa isi si buku.

Begitu juga dengan orang. Kita ga bisa menilai seseorang itu seperti apa dari tampilan pertama yang kita lihat. Kita butuh berinteraksi dulu dengan orang tersebut, lihat bagaimana dia di situasi yang berbeda, ajak duduk bareng dan ngobrol, baru deh kita bisa melihat isi dari orang tadi.

Ada salah satu teman saya, orangnya kesannya biasa banget, bahkan kesannya sikapnya 'slengekan', becanda terus, santai... tapi setelah beberapa waktu, saya baru bisa melihat ada emas dalam dirinya. Wuiiih... bahasanya ya, hehehe... Iya memang begitu kok. Ternyata dibalik sikap cuek, santai, becanda terus, ada sisi dia yang visioner. Berusaha keras saat tidak ada orang lain liat. Berpura-pura tidak mengerti atau tidak tau hanya agar orang lain merasa lebih berarti dari dirinya. Walaupun kadang saya merasa jengkel juga, menganggap saya sudah lebih baik dari dia, eeeh... ternyata dia sudah beberapa langkah didepan saya :D

Nah, masih tentang menilai seseorang. Kita memang tidak bisa menilai sesorang dari penampilannya. Tapi... ada sesuatu yang bisa kita longok untuk tau seseorang itu seperti apa, yaitu log di gadgetnya, Thanks to teknologi search engine yang makin keren ya
Hari gini kan semua orang sudah hampir ga bisa hidup tanpa gadget. Ya handphone, tablet, laptop, atau gadget lainnya. Seperti ada seseorang yang saya kenal, yang saya sempat pinjam laptopnya untuk browsing. Nah ya... ternyata search log di google, current watch di youtube-nya begitu. Suatu saat pinjem juga handphonenya, nah ya... sama aja isinya hahaha.... Pake ipadnya juga, yaah... itu itu lagi variannya :D Saya cuma ketawa aja lihat nya.

Jadi ya saudara-saudara, apa yang anda baca, apa yang anda browsing, apa yang anda lihat, itulah dirimu yang sebenarnya.

Kalo yang disebelah ini screenshoot dari youtube saya. Suka berhijab, suka becanda, ga suka yang berat-berat, wkwkwk...

Gud morning from my clean-desk, have a good day everyone! ;)
Nah kan, lama lagi saya nggak nge-blog, hehehe.. Padahal ada niat ingin nulis rutin, tapi ternyata susah juga untuk konsisten.

Jadi, hari ini saya sedang duduk di kamar kos saya, ngetik di laptop dengan meja yang fuuuulll barang-barang. Yak, sudah beberapa hari ini saya membiarkan begitu banyak barang bergelimpangan di meja satu-satunya di kamar kos saya. Pertanda bahwa saya sedang cuek dan tidak perduli dengan hal-hal sekitar saya. Dan sore ini, saya merasa cukup down saudara-saudara. Tadi pagi saya UTS dan hasilnya sangat mengecewakan, saya blank tidak tau apa jawabannya. Akibat belajar yang tidak mood, meremehkan dan lagi-lagi.... tidak peduli. Jadilah ada semacam post traumatic feeling gara-gara kegagalan tadi pagi.

Lalu siang ini, uring-uringan sendiri dikamar. Browsing-browsing, lihat sana lihat sini, cek sana cek sini, akhirnya malah menemukan sesuatu yang bikin patah hati... hiks

So here i am. Saya membereskan meja saya, merapihkan tempat tidur saya, mengikat tinggi rambut saya, dan menata lagi perasaan yang mulai nggak karuan ini. Space yang auranya baik (read:rapih) pasti akan mempengaruhi mood ya. Semoga mood bisa tetap baik dan niat baik bisa tetap dijaga. Doakan yaaa... Ada beberapa hal yang harus segera saya kerjakan nih.

Semangaaatt !!
Keep up the spirit Ney !!
Powered by Blogger.