Sedang dijalan, pulang ke lampung nih. Biasanya saya naik Pahala Kencana (PK), kali ini saya naik bis Kramat Jati (KJ), soalnya pool KJ lebih mudah dijangkau sih dari kampus saya, naik angkot sekali, jalan sedikit sampai deh. Kalo PK, karena posisinya di ujung jalan Riau sana, angkotnya ribet, kalo mau praktis naik ojek, nambah dikit deh ongkosnya.

Kalo dari tarif, sebenarnya PK lebih nyaman di kantong, tiket bandung - lampung 160rb. Sementara KJ 180rb. Mayan kan selisihnya, apalagi buat mahasiswa, bisa dua kali makan, hehe..
Kalo fasilitas bis, memang sih KJ lebih nyaman, jarak antar kursinya lebih lebaar, ada bagasi di atas tempat duduk, dan ada colokan listrik di samping tiap kursi (ini nih yang asik banget!!). 

Tapi.. masalah kenyaman memang relatif ya buat tiap orang. Jarak yg terlalu lebar memang membuat ada space lebih. Tapi buat saya yang berpostur tubuh imut-imut ini, malah jadi ga enak. Karena biasanya saya bisa 'menginjakkan' kaki di kursi depan saya, kali ini kaki saya malah jadi gantung ujungny...
Nanti balik ke bandung sepertinya naik PK aja deh.. *lirik bus PK yang jg sedang antri kapal disamping

Maafkan karna judul postingan kali in dalam bahasa inggris, padahal sebelumnya saya sudah nyatakan blog ini akan lebih menggunakan bahasa indonesia (walau tidak baik dan benar banget, hehe). Soalnya saya agak bingung juga mengganti dengan bahasa indonesia, yang maksudnya benar benar tepat.

Ya, jadi siang tadi ada kuliah umum, yang mana tamu pembicaranya berasal dari jepang. Dan seperti orang jepang kebanyakan, bahasa inggria mereka tidak terlalu fasih. Jadi tadi sedikit membahas mengenai kualitas telekomunikasi di jepang, masalah IT nya tentu saja ya. Dan salah satu penyebab teknologi telekomunikasi di Jepang itu sangat maju dan bagus, karena mereka punya user expectation yang tinggi. Jadi mereka menginginkan sesuatu itu yang paling bagus (mungkin bahkan semua hal). Jadi teknologi yang mendukung pun harus siap.

Menarik ya. Dan hal ini memang benar sekali. Dengan adanya pengguna yang tingkat pengharapannya tinggi, si pihak penyedia maka akan berusaha memberikan yang terbaik, bukan produk asal sekedar memenuhi standar. Kalau di negeri ini kan, kebanyakan prinsipnya, yaaah... yang penting kan standar tercapai, tujuan tercapai, kalo masalah kualitas yaaah.. nanti kalau ada waktu. Atau nanti kalau ada yang complain, baru dicarikan solusinya. Hahaha...

Setelah sekian lamaa.. Ga senam-senam, akhirnya hari ini menguatkan diri utk ke sanggar senam. Setelah diperhatiin, mayoritas peserta nya adalah ibu-ibu yg bergelambir. Hiii... :D Bener-bener bergelambir loh, gendut2 gt. Malah di sanggar senam yg satu ini, ada satu instrukturnya yg badannya gemuuk.. Trus, bajunya pada heboh2, padahal emak emak gitu, saya sendiri aja yg masih 'muda' kok kayaknya ga pede gitu kalo pake yg two piece, bolong sana bolong sini...
Well, this is just a little word, waiting for the session to begin *i came 30 min earlier
**** after 1 hour 10 min aerobic session
Apakah anda sering bermimpi saat tidur? Atau anda sering merasa habis bermimpi, tapi tidak bisa mengingat mimpi anda? Atau bahkan anda merasa jaraaang sekali mimpi saat tidur?

Hmmm... Kalo saya, sering sekali bermimpi. Dan saya, sering sekali bisa mengingat isi mimpi saya, apalagi di beberapa jam pertama setelah bangun tidur. Makanya saya heran sama orang-orang yang mengaku tidak pernah atau jarang sekali bermimpi.

Saya suka bermimpi. Kadang, kalau mimpinya jelek, saya coba untuk kait2kan dengan ramalan, mengira2 apa ya yang bakal terjadi. Semau-mau saya tentu saja, tidak sampai membuka buku tafsir mimpi :)
Kalau mimpinya bagus, bisa bikin senyam senyum bangun tidur. Kadang, kalo mimpinya baguuuuus banget, saya berusaha untuk tidur lagi biar mimpinya lanjut, huehehe... Tapi ga pernah berhasil lanjut.

Wah... Efek kehujanan kemarin sore baru terasa mulai pagi tadi. Ingus meleeer tiada terhentikan, hehehe... Siang ini, masih dalam rangka Oriflame-an, keluar untuk kirim paket orderan. Dan seperti yang sudah saya duga, hujan lagi... Basah dan kedinginan lagi. Ternyata juga, saya beli jas hujan buat ukuran remaja, yang terlalu kecil buat saya. Awalnya, karena saya ga suka pakai baju kebesaran yang pasti bikin saya terlihat makin pendek, jadi saya cari yang ukurannya kira2 pas body. Eheheh... ternyata untuk jas hujan, prinsip ini salah besar. Memang sih press body, tapi celana masih kebasahan, ujung lengan juga basah sedikit :p

Akhirnya, tetep kedinginan juga. Dan sekarang mulai demam dan agak pusing sedikit. Niat tadinya malam ini mau melanjutkan baca paper, tapi sepertinya tidak memungkinkan. Besok saja lah kalau begitu. Lagipula, malam ini ada yang gangguin di kamar *lirik anak ibu kos yang asik selonjoran di kasur saya. Jadi ga konsen. Besok saja lah. InsA... Semoga imannya besok kuat, untuk nesis alias ngerjain tesis :D

Gnite, everyone !! ^^
Jadi.. Siang ini saya hujan-hujanan ke kantor Oriflame Bandung yang baru. Kalo sebelumnya Oriflame Bandung ada di jalan RE Martadinata alias jalan Riau, sekarang sudah pindah ke jalan Soekarno Hatta no 447. Kantor yang baru ini lebih luas dan yang pasti lebih nyaman dibanding kantor lama. Sayang saya lupa foto kantornya...
Dan dari siang tadi cuaca di Bandung udah mendung aja, hujaaan ga berhenti2. Dari rumah, masih saya tahan pake jaket, karena cuma gerimis. Ga punya jas hujan pula. Tapi akhirnya ditengah jalan beli jas hujan juga, makin deras soalnya.
Saya belum pernah ke jalan Soekarno Hatta sebelumnya, sendiri dan bawa motor. Ternyata jauh juga ya.. Tapi gpp, sambil jalan-jalan :)
Dan demi orderan juga, dibela-belain kesana.

Alhamdulillah sudah ada sedikit bayangan untuk tesis. Walaupun masih benar2 bayang-bayang tidak jelas saat ini. Hehehe... Saya insA akan mengambil Project Management Framework. Isinya seperti apa? Hmmm.. Ide awalnya karena kantor saya punya banyak proyek yang masih blm terintegrasi. Padahal semua kegiatan harusnya saling terhubung, sehingga dapat dengan lebih mudah dijaga kontinuitas bisnis prosesnya. Masih harus banyak baca dan tanya2 nih.

Naah, kalo bisnis, sepertinya saya mau coba fokus di quilt dan patchwork. Yang lainnya juga menarik, tp saya memang harus menentukan pilihan. Lebih baik menguasai satu bidang dengan baik, daripada tau banyak hal tapi tidak ada yg benar2 menjadi keahlian. Mungkin awalnya buat menyalurkan hobi dulu. Kalau sudah cukup belajar menjahit dan teknik2 quilt, baru benar2 mulai bisnisnya. Sekarang proses mengumpulkan modal dulu. Salah satunya, modal ilmu.

Dua minggu kedepan, target saya, menyelesaikan proposal, bab 1 - 2, dan menentukan dosen pembimbing.

Untuk quilt, masih tahap browsing dan baca-baca dulu. Tesis prioritas pertama.

Setelah perjalanan dua hari bandung - jkt - lampung, badan saya rasanya penaaat sekali. Ditambah dengan pikiran yang gampang sekali dikacaukan konsentrasinya oleh banyak hal. Rasanya lelaaah.

Sudah banyak hal yang dilist, ingin dilakukan ketika saya pulang ke rumah. Ke bca, ke samsat, belajar jahit, belajar mobil, kasih les privat ke anak, rekreasi sama anak. Tapi sepertinya semua harus menunggu. Saya harus memulihkan kondisi badan dulu.

Semoga masih bisa memanfaatkan waktu 3 hari kedepan!

Pernah ga anda suka sama sesuatu. Misalnya, mmmm.. jepang. Jepang kan punya banyak hal yang disukain sama orang indonesia ya, apalagi anak mudanya. Sama budayanya, sama lagu2nya, sama manga dan kartun2 yang lucu2, sama bahasanya, sama kimono, sama doraemon...

Tapi kemudian, ada sesuatu hal yang ada hubungannya dgn Jepang, yang bikin anda bener2 benci. Semua hal yang  anda lihat, yang ada hub nya dengan Jepang, akan mengingatkan rasa benci, sakit dan tidak nyaman anda. Padahal dulu anda sukaaaa sekali. Bahkan mungkin pernah belajar bahasanya, nihon. Pernah bercita2 kuliah di Jepang.

Bagaimana anda menghadapinya?
Anda betul2 merasa terganggu, tidak nyaman dengan apapun yg berbau Jepang. Bahkan terbawa2 ke mimpi hampir tiap malam. Tapi dalam diri anda, anda sebenarnya tau, Jepang itu sebenarnya nenakjubkan, dengan segala keunikannya. Segala yg dulu anda ingat indah, sebenarnya masih tetap indah.

Tapi kalau anda menyenangi segala tentang Jepang lagi, rasanya seperti memukul bekas luka sendiri. Pedih. Seperti tidak berpihak pada diri sendiri yang tersakiti.

Mungkin ini yang dimaksud, when love and hate collide.

Bingung dan kehilangan arah harus bersikap seperti apa. Tidak bisa secara total, membenci atau menyukainya.

*stasiun gambir, otw pulang ke rumah tercinta

Salah satu temen kos kuliahku dulu, yang juga adik kelasku, baru-baru ini berangkat ke Belanda, untuk melanjutkan studi S2 nya disana. Waaah... ngiri banget rasanya. Apalagi TOEFL skor ku sebenernya juga bagus, memenuhi syarat minimal TOEFLnya, dan rasanya masih bisa ditingkatkan lagi. Rasanya sebenarnya aku juga berpeluang untuk mendapatkan kesempatan itu. Hehehe...

Membayangkan kuliah di negeri orang, yang nuansa dan budaya pasti berbeda banget, pasti sangat menyenangkan. Selama ini, aku keluar negeri baru sekali, yaitu ke Jepang. Entah kenapa saat itu, aku ga begitu bersemangat. Agak nyesal juga sekarang. Mungkin karena harus meninggalkan anak dirumah, jadi ga bisa enjoy perjalanannya. Waktu itu transit di Malaysia (itu masuk hitungan ga ya? Hehehe...)

Kembali ke topik. Saya ngiri saudara-saudara, teman saya bisa kuliah di Belanda. Pastinya banyak ilmu, pengalaman yang didapat. Juga prestige yang didapat :) Tapi... yah, mungkin ini jalan hidup saya, lagipula ada banyak hal yang membuat saya harus bersyukur. Tempat kuliah saya saat ini, terkenal dengan predikatnya yang baik. Kehidupan di Bandung juga menyenangkan, adem, banyak tempat buat jalan-jalan dan lihat-lihat, orangnya juga baik-baik. Dan juga, dengan kuliah disini, saya masih bisa punya banyak waktu luang dan bisa pulang lebih sering ke rumah saya.

Tapi, saya tetep pengen, suatu hari nanti, pergi jalan-jalan ke luar negeri lagi. Semoga ada jalan dan ada rezekinya bisa cita-cita ini bisa tercapai.

Have a good day, everyone ^^ !!

Nemu satu kutipan dari Pinterest, we think we have time. Maksudnya, kita sebagai manusia kadang bersantai-santai, karena berpikir "ah bisa nanti atau besok...". Padahal kita ga tau berapa waktu kita yang tersisa. Bisa saja kita pergi sebulan lagi, seminggu lagi, atau sehari lagi...

Kalau saja kita selalu berpikir, "mungkin ini hari terakhir saya..." pasti kita akan berbuat yang terbaik. Akan menyelesaikan urusan penting yang belum selesai. Akan memperlakukan orang-orang yang kita sayangi dengan lebih baik. Akan beribadah lebih banyak dan lebih khusyuk. Akan memanfaatkan sisa waktu dengan sebaik-baiknya.

Yuk, kita manfaatin waktu. Kerjain apa yang bisa dikerjain saat ini ^^
Hadeeh..
Ada banyak hal yang muter2 dikepala saya. Saking banyak dan macem-macemnya, saya sering ga fokus.
Lagi ngerjain A, liat B, pindah ngerjain B. Lagi ngerjain B, inget C, pindah ngerjain C. Beberapa diantaranya yaitu bisnis.

Saya tuh pengen banget punya bisnis sampingan. Tujuan utamanya memang cari pendapatan tambahan, tapi kalo bisa juga yang sesuai dengan hobi dan kesenangan saya. Dan sudah lamaaa... Saya browsing sana, browsing sini, begitu banyak hal yg menarik buat dibisnisin.

Yang juga sering kepikiran, adalah tesis. Saya masih blank sama sekali mau nulis tesis apa. Temen yang lain, kayaknya udah ada bayangan, walopun masih bayang2 juga.

Dan, sepertinya kalau ga pake tenggat waktu, dua urusan ini akan terus menyita pikiran, tapi ga ada hasilnya. Dipikirin melulu, tapi ga dikerja-kerjain juga.

Siiip.. Kalo gitu.
Saya akan gunain waktu seminggu kedepan utk mengambil keputusan untuk dua hal ini.
  • Saya mau bisnis apa?
  • Saya mau ambil tesis apa?
Nanti minggu2 berikutnya saya bisa fokus utk mendalami pilihan saya ini. Jadi, saya bisa lebih fokus dan hasilnya bisa maksimal. Hwaiting!!!
Powered by Blogger.